Jumat, 27 April 2012

Kebutuhan Cairan dan Elektrolit


A.    Pengertian
Air (H2O) merupakan komponen utama yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia. Sekitar 60% dari total berat badan orang dewasa terdiri dari air. Namun bergantung kepada kandungan lemak dan otot yang terdapat di dalam tubuh, nilai persentase ini dapat bervariasi antara 50-70% dari total berat badan orang dewasa. Oleh karena itu maka tubuh yang terlatih dan terbiasa berolahraga seperti tubuh seorang atlet biasanya akan mengandung lebih banyak air jika dibandingkan tubuh nonatlet. Di dalam tubuh, sel-sel yang mempunyai konsentrasi air paling tinggi antara lain adalah sel-sel otot dan organ-organ pada rongga badan, seperti paru-paru atau jantung, sedangkan sel-sel yang mempunyai konsentrasi air paling rendah adalah sel-sel jaringan seperti tulang atau gigi. Konsumsi cairan yang ideal untuk memenuhi kebutuhan harian bagi tubuh manusia adalah mengkonsumsi 1 ml air untuk setiap 1 kkal konsumsi energi tubuh atau dapat juga diketahui berdasarkan estimasi total jumlah air yang keluar dari dalam tubuh. Secara rata-rata tubuh orang dewasa akan kehilangan 2.5 L cairan perharinya. Sekitar 1.5 L cairan tubuh keluar melalui urin, 500 ml melalui keluarnya keringat, 400ml keluar dalam bentuk uap air melalui proses respirasi (pernafasan) dan 100 ml keluar bersama dengan feces(tinja). Sehingga berdasarkan estimasi ini, konsumsi antara 8-10 gelas (1 gelas ± 240 ml) biasanya dijadikan sebagai pedoman dalam pemenuhan kebutuhan cairan per-harinya.
Cairan dan elektrolit sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuh tetap sehat. Keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh adalah merupakan salah satu bagian dari fisiologi homeostatis. Keseimbangan cairan dan elektrolit melibatkan komposisi dan perpindahan berbagai cairan tubuh. Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air( pelarut) dan zat tertentu (zat terlarut). Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel-partikel bermuatan listrik yang disebut ion jika berada dalam larutan. Cairan dan elektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, dan cairan intravena (IV) dan di distribusi ke seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairan dan elektrolit berarti adanya distribusi yang normal dari air tubuh total dan elektrolit ke dalam seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairan dan elektrolit saling bergantung satu dengan yang lainnya; jika salah satu terganggu maka akan berpengaruh pada yang lainnya.

Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu :
Ø  cairan intraseluler (CIS) = 40% dari BB total
Adalah cairan yang terkandung di dalam sel. Pada orang dewasa kira-kira 2/3 dari cairan tubuh adalah intraselular, sama kira-kira 25 L pada rata-rata pria dewasa (70 kg). Sebaliknya, hanya ½ dari cairan tubuh bayi adalah cairan intraselular.

Ø  cairan ekstraseluler (CES) = 20% dari BB total
Adalah cairan diluar sel. Ukuran relatif dari (CES)menurun dengan peningkatan usia. Pada bayi baru lahir, kira-kira ½ cairan tubuh terkandung didalam CES. Setelah 1 tahun, volume relatif dari CES menurun sampai kira-kira 1/3 dari volume total. Ini hampir sebanding dengan 15 L dalam rata-rata pria dewasa (70 kg).

Cairan intraseluler adalah cairan yang berada di dalam sel diseluruh tubuh, sedangkan cairan ekstraseluler adalah cairan yang berada di luar sel dan terdiri dari tiga kelompok yaitu: cairan intravaskuler(plasma), cairan interstitial dan cairan transeluler. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan di dalam sistem vaskuler, cairan intersitial adalah cairan yang terletak diantara sel,s edangkan cairan traseluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairan serebrospinal, cairan intraokuler,dan sekresi saluran cerna.

B.     Fungsi Cairan Tubuh
Dalam proses metabolisme yang terjadi didalam tubuh, air mempunyai 2 fungsi utama yaitu sebagai pembawa zat-zat nutrisi seperti karbohidrat,vitamin dan mineral serta juga akan berfungsi sebagai pembawa oksigen ke dalam sel-sel tubuh.Selain itu,air didalam tubuh juga akan berfungsi untuk mengeluarkan produk samping hasil metabolisme seperti karbon dioksida(CO2) dan juga senyawa nitrat.Selain berperan dalam proses metabolisme,air yang terdapat di dalam tubuh juga akan memiliki berbagai fungsi penting antara lain sebagai pelembab jaringan-jaringan tubuh seperti mata,mulut dan hidung, pelumas dalam cairan sendi 02 Sports Science Brief tubuh,katalisator reaksi biologik sel,pelindung organ dan jaringan tubuh serta juga akan membantu dalam menjaga tekanan darah dan konsentrasi zat terlarut.Selain itu agar fungsi-fungsi tubuh dapat berjalan dengan normal,air di dalam tubuh juga akan berfungsi sebagai pengatur panas untuk menjaga agar suhu tubuh tetap berada pada kondisi ideal yaitu ± 37 C.

C.    Sistem Tubuh yang Berperan
Pengaturan kebutuhan cairan dan elektrolit dalam tubuh diatur oleh ginjal, kulit, paru, dan gastrointestinal.
1.      Ginjal
Organ yang memiliki peran cukup besar dalam mengatur kebutuhan cairan dan elektrolit. Fungsi ginjal, yaitu sebagai pengatur air, pengatur konsentrasi garam dalam darah, pengatur keseimbangan asam – basa darah, dan ekskresi bahan buangan atau kelebihan garam.
Prosespengaturan kebutuhan keseimbangan air ini di awali oleh kemampuan bagian ginjal, seperti glomerulus, dalam menyaring cairan. Rata-rata setiap satu liter darah mengandung 500 cc plasma yang mengalir melalui glomerulus, 16 % disaring keluar. Cairan yang tersaring (filtrate glomerulus),kemudian mengalir melalui tubuli renalis yang sel-selnya menyerap semua bahan yang dibutuhkan. Jumlah urine yang diproduksi ginjal dapat dipengaruhi oleh ADH dan aldosteron dengan rata-rata 1 ml/kg/bb/jam.

2.      Kulit
Bagian penting pengaturan cairan yang terkait proses pengaturan panas. Proses ini diatur oleh pusat pengatur panas yang disarafi oleh vasomotorik dengan kemampuan mengendalikan arteriol kutan dengan cara vasodilatasi dan vasokontriksi proses pelepasan dengan cara proses penguapan. Jumlah keringat yang keluar tergantung pada banyaknya darah yang mengalir melalui pembuluh darah dalam kulit. Ataupun dengan cara konduksi (pengalihan panas ke benda yang disentuh), dan konveksi (pegaliran udara panas ke permukaan yang lebih dingin) Keringat merupakan sekresi aktif dari kelenjar keringat di bawah pengendalian saraf simpatis.


3.      Paru-paru
Berperan dalam mengeluarkan cairan dengan menghasilkan insensible water loss ± 400 ml/hari. Proses pengeluaran cairan terkait dengan respon akibat perubahan upaya kemampuan bernapas.

4.      Gastrointestinal
Organ saluran pencernaan yang beperan dalam mengeluarkan cairan melalui proses penyerapan dan pengeluaran air. Dalam kondisi normal, cairan yang hilang dalam system ini sekitar 100-200 ml/hari.
Pengaturan keseimbangan cairan dapat melalui system endogrin, seperti system hormonal, aldosteron, prostaglandin, glukokortikoid, dan mekanisme rasa haus.

5.      ADH
Hormone ini memiliki peran dalam meningkatkan reabsorpsi air sehingga dapat mengendalikan keseimbangan air dalam tubuh. Hormone ini dibentuk oleh hipotalamus di hipofisis posterior, yang mensekresi ADH dengan meningkatkan osmolaritas dan menurunkan cairan ekstrasel.
a.       Aldosteron
b.      Prostaglandin
c.       Glukokortikoid
d.      Mekanisme rasa haus


D.    Proportion Of Body Fluid
Prosentase dari total cairan tubuh bervariasi sesuai dengan individu dan tergantung beberapa hal antara lain :
a.Umur
b.Kondisi lemak tubuh
c.Sex


Perhatikan Uraian berikut ini :
No.
Umur
Kebutuhan Air
Jumlah air dalam 24 jam
Ml/kg berat badan
1.
Bayi 3 hari
250-300
80-100
2.
Balita:
1 tahun
2 tahun
4 tahun

1150-1300
1350-1500
1600-1800

120-135
115-125
100-110
3.
Anak:
10 tahun
14 tahun
18 tahun

2000-2500
2200-2700
2200-2700

70-85
50-60
40-50
4.
Dewasa
2400-2600
20-30

Pada orang dewasa kira-kira 40 % barat badannya atau 2/3 dari TBW-nya berada di dalam sel (cairan intraseluler/ICF), sisanya atau 1/3 dari TBW atau 20% dari berat badannya berada di luar sel (ekstraseluler) yaig terbagi dalam 15 %cairan interstitial, 5 % cairan intavaskuler dan 1-2 % transeluler.


E.     Cara Perpindahan Cairan Tubuh
1.      Difusi
Difusi merupakan bercampurnya molkeul-molekul dalam cairan, gas, atau zat padat secara bebas dan acak. Proses difusi dapat terjadi bila dua zat bercampur dalam sel membrane. Dalam tubuh, proses difusi air, elektrolit, dan zat-zat lain tejadi melalui membrane kapiler yang permeable. Kecepatan proses difusi bervariasi, bergantung pada factor ukuran molekul, konsentrasi cairan, dan temperature cairan.
Molekul akan lebih berpindah dari larutan dengan konsentrasi tinggi ke larutan dengan konsentrasi rendah.
2.      Osmosis
Proses perpindahan zat larutan lain melalui membrane semipermeabel biasanya tejadi dari larutan dengan konsentrasi yang kurang pekat, ke larutan dengan konsentrasi lebih pekat. Solute adalah zat pelarut, sedang solven adalah larutannya.Proses osmosis penting dalam mengatur keseimbangan cairan ekstra dan intrasel.
Osmolaritas adalah cara untk mengukur kepekatan larutan dengan menggunakan satuan mol. NaCl berperan penting dalam mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Apabila terdapat ltiga jenis larutan garam dengan kepekatan yang berbeda dan didalamnya dimasukkan sel darah merah, maka larutan yang mempunyai kepekatan sama yang akan seimbang dan berdifusi.
Pada proses osmosis dapat terjadi perpindahan dari larutan dengan kepekatan rendah ke larutan yang kepekatannya lebih tinggi melalui membrane semipermeabel, sehingga larutan yang berkonsentrasi rendah volumenya akan berkurang, sedang larutan yang lebih tinggi akan bertambah volumenya.

3.      Transpor Aktif
Tranpor aktif merupakan gerak zat yang akan berdifusi dan berosmosis. Proses ini terutama penting untuk mempertahankan natrium dalam cairan intra dan ekstrasel.
Proses pengaturan cairan dapat dipengaruhi oleh dua factor, yaitu tekanan cairan dan membrane.
a.       Tekanan cairan
Proses difusi dan osmosis melibatkan adanya tekanan cairan. Proses osmotik juga menggunakan tekanan osmotik, yang merupakan kemampuan partikel pelarut untuk menarik larutan melalui membrane.
Bila dua larutan dengan perbedaan konsentrasi dan larutan yang mempunyai konsentrasi lebih pekat molekulnya tidak dapat bergabung maka larutan tersebut disebut koloid.sedangkan, larutan yang mempunyai kepekatan yang sma dan dapat bergabung disebut sebagai kristaloid.
b.      Membrane semipermeabel
Merupakan penyaring agar cairan yang bermolekul besar tidak bergabung. Terdapat di dinding kapiler pembuluh darah, yang terdapat di seluruh tubuh sehingga molekul atau zat lain tidak berpindah ke jaringan.

F.     Pengaturan Cairan Volume Tubuh
keseimbangan cairan dalam tubuh dihitung dari keseimbangan antara jumlah cairan yang masuk dan jumlah cairan yang keluar.
1.      Asupan cairan
Asupan (intake) cairan untuk komdisi normal pad orang dewasa adalah ± 2500 cc/hari. Penagturan mekanisme keseimbangan cairan ini menggunakan mekanisme haus.
2.      Pengeluaran cairan
Pengeluaran (output) cairan sebagai dalam mengimbangi asupan cairan orang sewasa dalam kondisi normal adalah ± 2300cc/hari. Jumlah air yang banyak keluar dari ekskresi ginjal (urine), sebanyak ± 1500cc/hari. Hasi-hasil pengeluaran cairan adalah:
a.       Urine
Pembentukan urine terjadi di ginjal dan Ureter mengalirkan urine ke bladder. Dalam bladder, urine ditampung sampai mencapai batas tertentu yang kemudian dikeluarkan melalui uretra. Cairan dalam ginjal disaring pada glomerulus dan salam tubulus distal untuk kemudian diserap kembali ke dalam aliran darah
b.      Keringat
Terbentuk bila menjadi panas akibat pengaruh suhu yang panas. Keringat banyak mengandung garam, urea, asam laktat, dan ion kalium. Banyaknya jumlah keringat yang keluar akan mempengaruhi kadar natrium dalam plasma.
c.       Feses
Feses yang keluar mengandung air dan sisanya berbentuk padat. Jika cairan yang keluar melalui feses jumlahnya berlebihan, maka dapat mengakibatkan tubuh menjadi lemas. Jumlah rata-rata pengeluaran cairan melalui feses adalah 100 ml.hari.

G.     Elektrolit Utama Tubuh Manusia
Zat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit dan nonelektrolit. Non elektrolit adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik, seperti : protein, urea, glukosa, oksigen, karbon dioksida dan asam-asam organik. Sedangkan elektrolit tubuh mencakup natrium (Na+),kalium (K+), Kalsium (Ca++), magnesium (Mg++), Klorida (Cl-), bikarbonat (HCO3-), fosfat (HPO42-), sulfat (SO42-). Konsenterasi elektrolit dalam cairan tubuh bervariasi pada satu bagian dengan bagian yang lainnya, tetapi meskipun konsenterasi ion pada tiap-tiap bagian berbeda, hukum netralitas listrik menyatakan bahwa jumlah muatan-muatan negatif harus sama dengan jumlah muatan-muatan positif. Komposisi dari elektrolit-elektrolit tubuh baik pada intarseluler maupun pada plasma terinci di bawah ini :
No. Elektrolit Ekstraseluler Intraseluler
Plasma Interstitial
a.Kation :
• Sodium (Na+) :
·         Kation berlebih di ruang ekstraseluler
·         Sodium penyeimbang cairan di ruang eesktraseluler
·         Sodium adalah komunikasi antara nerves dan musculus
·        Membantu proses keseimbangan asam-basa dengan menukar ion hidrigen pada ion sodium di tubulus ginjal : ion hidrogen di ekresikan
·         Sumber : snack, kue, rempah-rempah, daging panggang.

• Potassium (K+) :
·         Kation berlebih di ruang intraseluler
·         Menjaga keseimbangan kalium di ruang intrasel
·         Mengatur kontrasi (polarissasi dan repolarisasi) dari muscle dan nerves.
·         Sumber : Pisang, alpokad, jeruk, tomat, dan kismis.


• Calcium (Ca++) :
·         Membentuk garam bersama dengan fosfat, carbonat, flouride di dalam tulang dan gigi untuk membuatnya keras dan kuat
·         Meningkatkan fungsi syaraf dan muscle
·         Meningkatkan efektifitas proses pembekuan darah dengan proses pengaktifan protrombin dan trombin
·         Sumber : susu dengan kalsium tinggi, ikan dengan tulang, sayuran, dll.

b.Anion :
• Chloride (Cl -) :
·         Kadar berlebih di ruang ekstrasel
·         Membantu proses keseimbangan natrium
·         Komponen utama dari sekresi kelenjar gaster
·         Sumber : garam dapur

• Bicarbonat (HCO3 -) :
Bagian dari bicarbonat buffer sistem
·          Bereaksi dengan asam kuat untuk membentuk asam karbonat dan suasana garam untuk menurunkan PH. Ü  Fosfat ( H2PO4- dan HPO42-) :
·          Bagian dari fosfat buffer system
·          Berfungsi untuk menjadi energi pad metabolisme sel
·          Bersama dengan ion kalsium meningkatkan kekuatan dan kekerasan tulang
·          Masuk dalam struktur genetik yaitu : DNA dan RNA.


H.    Masalah Kebutuhan Cairan
1.      Hipovolume atau Dehidrasi
Kekurangan cairan eksternal terjadi karena penurunan asupan cairan dan kelebihan pengeluaran caiaran.
Ada tiga macam kekurangan volume ciran eksternal, yaitu:
a.       Dehidrasi isotonic
Terjadi jika tubuh kehilangan sejumlah cairan dan elektrolit secara seimbang.
b.      Dehidrasi hipertonik
Terjadi jika tubuh kehilangan lebih banyak air daripada elektrolit.
c.       Dehidrasi hipotonik
Tejadi jika tubuh kehilangan lebih banyak elektrolit daripada air.
Macam-macam dehidrasi berdasarkan derajatnya:
a.       Dehidrasi Berat
·         Pengeluaran cairan sebanyak 4-6 lt
·         Serum natrium mencapai 159-166 mEq/lt
·         Hipotensi
·         Turgor kulit buruk
·         Oliguria
·         Nada dan pernapasan meningkat
·         Kehilangan cairan > 10% BB
b.      Dehidrasi Sedang
·         Kehilangan cairan antara 5-10% BB
·         Serum natrium antara 152-158 mEq/lt
·         Mata cekung
c.       Dehidrasi Ringan
Kehilangan cairan mencapai 5% BB atau 1.5-2 lt
2.      Hipervolume atau Overdehidrasi
Pada kelebihan ekstrasel, gejala yang sering ditimbulkan adalah edema perifer, asites, kelopak mata bengkak, suara napas ronchi basah, penambahan BB secara tidak normal/sangat cepat, nilai hematokrit pada umumnya normal, akan tetapi menurun bila kelebihan cairan bersifat akut.

I.       Pengaturan Elektrolit
1.      Pengaturan Keseimbangan Natrium
Natrium merupakan kation dalam tubuh yang berfungsi mengatur osmolaritas dan volume cairan tubuh. Natrium paling banyak terdapat pada cairan ekstrasel. Natrium tidak hanya bergerak ke dalam atau ke luar tubuh, tetapi juga mengatur keseimbanagn cairan. Eskresi dari natrium dapat melalui ginjal, atau sebagian kecil melalui feses, keringat, dan air mata.
2.      Pengaturan Keseimbangan Kalium
Kalium merupakan kation utama yang terdapat dalam cairan intrasel dan berfungsi mengatur keseimbangan elektrolit.diatur oleh ginjal dengan perubahan ion natrium dalam tubulus ginjal dan sekresi aldosteron.
3.      Pengaturan Keseimbangan Kalsium
Kalsium dalam tubuh berfungsi membentuk tulang, menghantar impuls  kontraksi otot, koagulasi (pembekuan darah), dan membantu beberapa enzim pancreas.
4.      Pengetahuan Keseimbangan Klorida
Klorida merupakan anion utama dalam cairan ekstrasel, tetapi tidak dapat ditemukan pada cairan ekstrasel intrasel. Fungsinya untuk mempertahankan keseimbangan tekanan osmotic dalam darah.
5.      Pengaturan Keseimbangan Magnesium
Magnesium merupakan  katoin dalam tubuh, yang terpenting kedua dalam cairan intrasel.
6.      Pengaturan Keseimbangan Bikarbonat
Bikarbonat merupakan elektrolit utama larutan buffer (penyangga) dalam tubuh.
7.      Pengaturan Keseimbangan Fosfat
Fosfat bersama-sama dengan kalsium membentuk gigi dan tulang. Fosfat diserap dari saluran pencernaan dan dikeluarkan oleh urine.

J.      Masalah Kebutuhan Elektrolit
1.      Hiponatremia
Merupakan suatu keadaan berkurangnya kadar natrium dalam plasma darah yang ditandai dengan adanya kadar natrium dalam plasma sebanyak < 135 mEq/lt.
2.      Hipernatremia
Merupakan suatu kondisi keadaan di mana kadar natrium dalam plasma tinggi, ditandai dengan adanya mukosa kering, oligari/anusia, turgor kulit buruk, dan permukaan kulit bengkak, kulit kemerahan, lidah kering dan kemerahan, suhu tubuh naik, serta kadar natrium dalam plasma darah lebih dari 145 mEq/lt.
3.      Hipokalemia
Merupakan suatu kondisi keadaan kekurangan kadar kalium dalam darah, yang terjadi sangat cepat. Sering terjadi pada klien yang mengalami diare berkepanjangan yang turunnya kadar kalsium plasma hingga kurang dari 3,5 mEq/lt.
4.      Hiperkalemia
Merupakan suatu kondisi di mana kadar kalsium dalam darah tinggi, yang sering terjadi pada klien dengan luka bakar, penyakit ginjal. Yang disertai dengan kadar kalsium dalam plasma mencapai lebih dari 5 mEq/lt.
5.      Hipokalsemia
Merupakan suatu kondisi kekurangan kadar kalsium dalam plasma darah yang ditandai dengan adanya kram otot, dank ram perut, kejang, bingung, dan kadar kalsium dalam plasma kurang dari 4,3 meq/lt.
6.      Hipokalsemia
Merupakan suatu keadaan kelebihan kadar kalsium dalam darah, ditandai dengan nyeri pada tulang, relaksasi otot, batu ginjal dan kadar kalsium dalam plasma mencapai lebih dari 4,3 mEq/lt.
7.      Hipomagnesia
Merupakan suatu kondisi kekurangan magnesium dalam darah ditandai dengan adanya iritabilitas, takikardi, hipertensi. Kadar magnesium dalam darah, mencapai kurang dari 1,3 mEq/lt.
8.      Hipermagnesia
Merupakan suatu kondisi berlebihnya kadar magnesium dalam darah, ditandai dengan adanya koma, gangguan pernapasan, dan kadar magnesium mencapai lebih dari 2,5 mEq/lt.

K.    Keseimbangan Asam-Basa
Dalam keadaan normal, pH cairan tubuh adalah 7,35-7,45. Keseimbangan asam-basa dapat dipertahankan melalui metabolism dengan system buffer pada seluruh cairan tubuh dan oleh pernapasan dengan system regulasi.
Pengaturan keseimbangan asam-basa dilakukan oleh paru melalui pengangkutan kelebihan CO2 dan H2CO2 dari daerah yang dapat meningkatkan pH hingga kondisi standar.
Cairan basa (alkali) digunakan untuk mengkoreksi asidosis. Keadaan asidosis dapat disebabkan oleh henti jantung dan koma deabetikan. Contoh cairan alkali adalah natrium laktat dan natrium bikarbonat.
L.     Masalah Keseimbangan Asam-Basa
1.      Asidosis respiratorik
Merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh kegagalan system pernapasan dalam membuang karbondioksida dari cairan tubuh sehingga tejadi kerusakan pada system pernapasan, peningkatan pCO2 arteri diatas 45 mmHg dan penurunan pH hingga <7,35.
2.      Asidosis metabolic
Merupakan suatu keadaan kehilangan basa atau terjadinya penumpukan asam yang ditandai dengan adangan penurunan pH hingga < 7,35dan HCO3 kurang dari 22 mEq/lt.
3.      Alkalosis respiratorik
Merupakan suatu keadaan kehilangan CO2 dari paru yang dapat menimbulkan terjadinya pCO3arteri <35 mmHg dan pH > 7,45.
4.      Alkalis metabolic
Merupakan suatu kondisi kehilangan ion hydrogen atau penambahan basa pada cairan tubuh dengan adanya peningkatan bikarbonat plasma > 26 mEq/ltd an pH arteri 7,45.

M.   Faktor – faktor yang mempengaruhi Kebutuhan Cairan dan Elektrolit
            Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit diantaranya adalah :
1.  Usia
            Variasi usia berkaitan dengan luas permukaan tubuh, metabolisme yang diperlukan dan berat badan. selain itu sesuai aturan, air tubuh menurun dengan peningkatan usia. Berikut akan disajikan dalam tabel perubahan pada air tubuh total sesuai usia.
2.  Jenis kelamin
            Wanita mempunyai air tubuh yang kurang secara proporsional, karena lebih banyak mengandung lemak tubuh
3.  Sel-sel lemak
            Mengandung sedikit air, sehingga air tubuh menurun dengan peningkatan lemak tubuh
4.  Stres
            Stres dapat menimbulkan peningkatan metabolisme sel, konsentrasi darah dan glikolisis otot, mekanisme ini dapat menimbulkan retensi sodium dan air. Proses ini dapat meningkatkan produksi ADH dan menurunkan produksi urine
5.  Sakit
            Keadaan pembedahan, trauma jaringan, kelainan ginjal dan jantung, gangguan hormon akan mengganggu keseimbangan cairan
6.  Temperatur lingkungan
            Panas yang berlebihan menyebabkan berkeringat. Seseorang dapat kehilangan NaCl melalui keringat sebanyak 15-30 g/hari
7.  Diet
            Pada saat tubuh kekurangan nutrisi, tubuh akan memecah cadangan energi, proses ini akan menimbulkan pergerakan cairan dari interstisial ke intraselular.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar